Ikuti Tuhan Yesus Karena Dialah teladan untuk Kemajuan Hidup

 ” Kemudian yang Maha Tinggi menciptakan Adam menurut gambar Allah sepikiran dengan Allah (Kej 1:26) dengan tujuan dapat hidup taat sesuai kehendak Elohim Yahwe Yang Maha Tinggi, Bapa Sorgawi. Namun Adam gagal oleh bujukan Iblis.


Allah Bapa mengutus Putra Tunggalnya yang sudah ada sejak semula sebelum dunia dijadikan menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Yesus yang tidak berdosa ini berhasil melaksanakan misi taat sampai mati kepada Bapa. Yesus menjadi bukti adanya suatu pribadi yang taat kepada Bapa.


Keberhasilan Yesus Kristus membuat Iblis menjadi terbukti bersalah, sebab ada suatu pribadi yang berhasil taat sehati sepikiran seperasaan dengan Bapa, selalu seirama sepakat, tidak ada kecurangan ataupun kecurigaan kepada Bapa.


Realita ini merupakan penghukuman Iblis sehingga Iblis sangat gentar kepada Tuhan Yesus Kristus. Kematian Yesus dikayu salib dan kebangkitannya menunjukkan kemenangan besar dan hal itu menyukakan hati Bapa. Pengorbanan darah kudus Yesus juga menjadi jalan penebusan bagi dosa manusia dan mematahkan kuasa maut. 

Ini peristiwa sangat penting.


Kita harus menyadari betapa licik dan jahatnya Iblis mengkhianati Yang Maha Tinggi, yang telah begitu baik kepadanya. betapa serakahnya Iblis mengingini kekuasaan ketika dia sudah diberi segala kemuliaan dengan para malaikat pengiringnya. Betapa tega, keji dan jahat.


Siapakah manusia sehingga dapat mengalahkan Iblis. Dia lebih kenal Tuhan dari pada manusia, dia pernah tinggal di Sorga, dia telah memiliki pengalaman ribuan tahun menghadapi manusia dengan segala kelemahannya dan ambisinya. Kalau Iblis berani melawan Allah Yang Maha Tinggi, siapakah manusia? Sama sekali bukan musuh yang sulit dikalahkan.


Kita perlu memahami kelicikan, kekejian dan kejahatannya, agar lebih berhati hati menjaga hidup ini. Seluruh dunia sudah dikuasai Iblis sejak dia dilemparkan ke bumi. Oleh hikmatnya Iblis memikat manusia dengan daya tarik gemerlapnya dunia, harta, pestapora, sex, kebebasan tanpa batas, kekuasaan, jabatan dan segala kenikmatan nafsu cabul. Semua diberikan Iblis untuk mengikat manusia menjadi golongannya melawan Allah.


Orang percaya telah mengkhianati Allah ketika tidak hidup didalam kebenaran. Bisa tetap bergerja bahkan menjadi pelayan dan aktifis tetapi hatinya lebih terpikat kepada perkara perkara duniawi.


Iblis tidak tampil dengan wajah seram tetapi dengan daya tarik dunia. Kodrat manusia menjadi rusak, yang semula sepikiran dan seperasaan dengan Allah menjadi seperti sifat Iblis ingin dipuji dihargai dihormati dipuja disembah ditinggikan, memiliki segalanya, memuaskan segala hasrat dan nafsunya.


Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

1 Petrus 5:8 TB.


Bagaimana manusia mengalahkan Iblis?

Satu satunya cara adalah berlindung didalam Tuhan Yesus Kristus dan mengenakan hidup-Nya sehingga berubah menjadi seperti Yesus.

Kita harus kembali kepada rancangan Allah semula sempurna seperti Bapa dan serupa dengan Yesus. Kodrat dosa menjadi kodrat ilahi. Sepikiran dan seperasaan dengan Bapa. Hidup kudus tidak bercela.


Semua hanya dimungkinkan didalam Yesus, kita harus memberi diri hidup dipimpin Roh Kudus. Berjuang mengubah karakter manusia batiniah kearah Kristus. Berkomitmen ikut Yesus, rela dididik, diproses, rela melepaskan semua kesenangan dan rela melepaskan hak. Mengikut Yesus harus melepaskan semuanya, mematikan keinginan daging yaitu segala hawa nafsu duniawi.


Ikut Yesus tidak mudah, butuh perjuangan. Bukan asal percaya Yesus selamat, itu sesat, sebab orang harus melakukan kehendak Bapa. 

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Matius 7:21 TB


Indikator anak anak Tuhan sejati adalah hidupnya berubah menjadi seperti Kristus.

Hanya didalam nama Yesus, kita dapat mengalahkan Iblis.


Hendaklah kita gentar kepada Allah, memiliki takut yang patut, menghormati dan mencintai Allah, Elohim Yahwe, Bapa Sorgawi.


(Tonci Babys)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacaran Beda Agama? Ini Penjelasan Menurut Alkitab

Kuduskan Diri Kita Agar Berkenan di Hadapan Tuhan maka Harapan-Harapan yang kita Inginkan akan Tercapai

Merendahan diri Dan bersabar adalah awal Dari hadiah masa depan yang penuh harapan